Minggu, 01 Januari 2012

bersyukur part.2


1. Nikmat yang kita rasakan tidak terbatas pada 24 jam saja. Setiap detik ketika kita menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, akan menjadikan kita menikmati “nikmat” yang senantias Allah berikan pada kita. Namun, untuk menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, tidak bisa seinstan mie gelas. Inilah beberapa nikmat yang saya rasakan dalam 24 jam  melalui yang saya rasakan sendiri maupun melalui pandangan terhadap alam sekitar.
1.  Nikmat Bangun Tidur
Ketika dalam setengah sadar, sebelum mataku mampu membuka, sebelum benderang cahaya menyilaukanku, aku merasakan energi yang menjalar di seluruh tubuhku. Yang menjadikan lelah sebelum tidurku tergantikan oleh secuil kekuasaan Allah yang begitu besar anugerahnya dalam menggantikan lelahku.
2.  Nikmat Membuka Mata
Buku adalah jendela dunia. Lalu dengan apa kita mampu melihat dan membaca setiap kata yang terangkai dalam buku itu? Mata. Maka, betapa nikmat ketika Allah masih memperkenan aku mempergunakan salah satu panca indraku. Ketika dengan mataku melepasku dari kegelapan tidurku. Ketika dengan mataku mampu melihat orang-orang yang aku sayangi. Ketika dengan mataku mampu membaca SMS dari beberapa orang tersayang. Ketika dengan mataku mampu mengarahkanku ke jalan yang benar dengan “iqro’”. Kenikmatan yang tak ternilai harganya. Bayangkan, ketika kita kehilangan salah satu mata kita, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menggantinya dengann kornea yang baru, kalaupun itu ada.
3.  Nikmat Mendengar
Walaupun dengan mendengar bisa menyebabkan kita tercemar polusi suara, namun mendengar adalah salah satu anugrah luar biasa yang Allah berikan. Allah membuat kita mudah berkomunikasi melalui indra pendengaran kita. Hal ini membuatku senantiasa bersyukur untuk berfungsinya sepasang telingaku.
4.  Nikmat Merasakan Matahari, Bintang, Langit dan seisinya
Pernahkah kamu mendengar bahwa dengan sinar matahari pagi, tubuh kita bisa mendapatkan vitamin D gratis? Sinar matahari, selain mempunyai khasiat untuk konsumsi vitamin D, juga bisa menghangatkan tubuh kita. Bayangkan jika tidak ada matahari. Apa yang akan terjadi dengan bumi ini? Mungkin akan dalam keadaan tergelapnya. Dan bagaimana mata kita yang sehat akan melihat indahnya semesta? Jadi, keberadaan matahari di Bumi kita patut kita syukuri. Karena nikmat Allah berupa matahari itu, bunga-bungaku bisa tumbuh subur dan sehat. Dari matahari pula, aku bisa merasakan nikmatnya berbagi. Matahari memberikan sinarnya dengan Cuma-Cuma kepada bulan. Bulan mampu bersinar dengan putihnya karena memantulkan sinar matahari.
5.  Nikmat Gerhana
Memang bagi seorang astronom atau ahli kosnologi, gerhana hanyalah suatu kejadian alam yang biasa dan dapat diprediksi kapan terjadinya. Bagi pencinta alam. gerhana adalah fenomena alam yang indah dan menarik untuk diamati. Akan tetapi, bagi seorang mukmin yang taat beragama, gerhana bukanlah sesuatu yang hampa makna. Gerhana bukanlah tanda-tanda musibah atau bencana, tetapi adalah tanda kekuasaan pencipta alam.
Gerhana mengingatkanku akan nikmat kehidupan yang diberikan sang pencipta kepadaku sehingga syukurku bertambah besar dan untuk itu aku pun salat dua rakaat. Gerhana berarti penggelapan pada benda langit. Gerhana terjadi ketika salah satu benda langit bergerak di hadapan benda langit lainnya sehingga cahaya terhambat.
Gerhana bulan terjadi ketika bulan melintasi bayangan bumi. Gerhana bulan total terjadi jika seluruh permukaan bulan melintasi bayangan bumi. Gerhana bulan parsial terjadi ketika hanya sebagian dari bulan melintasi bayangan bumi.
Gerhana bulan total dapat berlangsung sekitar satu setengah jam. Gerhana bulan total pada tanggal 10 Desember 2011 berlangsung hanya dalam waktu 50 menit. Dalam banyak peristiwa gerhana, warna bulan berubah, menjadi kemerah-merahan. Atmosfer bumi membiaskan sebagian dari cahaya matahari di sekeliling bulan dan terhadap bulan. Menurut para pakar, tidak ada bahaya menatap langsung gerhana bulan.
Menurut suatu sumber, gerhana bulan tanggal 10 Desember 2011 terjadi pada pukul 18.51 WIB hingga pukul 00.16 WIB. Menurut para pemantau gerhana atau ahli perbintangan (Falakiah), gerhana bulan kali ini terdiri dari 7 fase berikut :
1.                   Awal penumbra pukul 18.51
2.                   Awal gerhana sebagian pukul 19.58
3.                   Awal gerhana total pukul 21.09
4.                   Puncak gerhana total pukul 21.31
5.                   Akhir gerhana total pukul 21.59
6.                   Akhir gerhana sebagian pukul 23.09
7.                   Akhir penumbra pukul 00.16
Gerhana matahari terjadi ketika bayangan bulan menyelimuti permukaan bumi. Bayangan bulan biasanya bergerak dari barat ke timur melintasi bulan. Gerhana matahari total terjadi jika bulan menutupi sepenuhnya cahaya matahari. Jika bulan berada pada posisi terjauh dari bumi ketika gerhana total terjadi, maka gerhana tersebut tampak seperti cincin.
Baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, berarti salah satu benda langit ini sedang melintasi benda langit lainnya dalam jarak berjauhan coba ditayangkan sekiranya hal ini terjadi dalam jarak yang sama dari bumi, tidakkah terjadi tabrakan. Maha suci Allah yang sampai saat ini tidak membuat benda-benda langit ini bertabrakan, Allah SWT masih menjaga jarak benda-benda langit. Tapi setidaknya gerhana mengingatkanku akan kejadian tabrakan antara benda-benda langit pada akhir zaman nanti. Dalam Alquran juga disebutkan pada surat Al-Takwir ayat 1 da 2: "Apabila matahari digulung, apabila bintang-bintang berguguran."
6.  Nikmat Mampu Berjalan
Allah menciptakan kaki kita dengan begitu indahnhya. Dengan sepasang kaki kita, kita mampu berjalan kesana kemari dengan leluasa. Nikmat yang Allah berikan berupa salah satu organ gerak kita yaitu kaki, membuatku  berpikir dan akhirnya bersyukur atas berfungsinya kedua kakiku setelah melihat temanku berjalan menggunakan tongkat akibat kerusakan syaraf.
7.  Nikmat Organ Gerak
Anggota gerak dalam tubuh kita mampu membawa kemudahan untuk kita. Untukku, syukur Alhamdulillah semua organ gerakku masih berfungsi dengan baik. Nikmat Allah yang tiada duanya ini membuatku merasa semakin tiada Tuhan selain Allah SWT.
8.  Nikmat Adanya Pepohonan
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?… (QS. an-Naml, 27:60)
Dari firman Allah tersebut, aku menyadari betapa nikmatnya saling merawat. Manusia merawat tumbuhan sedemikian rupa. Dan walaupun tumbuhan tak bisa membalas dengan gerakannya, namun dengan cara yang indah tumbuhan mampu menyediakan makanan untuk kita. Membuat kita bernafas dengan oksigen yang dikeluarkannya. Karena tumbuhan berbeda dengan kita, manusia. Tumbuhan menghirup karbondioiksida dan mengeluarkan oksigen. Pepohonan juga melindungiku dari sengatan sinar matahari siang. Maka, nikmat berupa adanya pepohonan harus kita syukuri.
9.  Nikmat Membaca Al Quran
Setelah sholat Maghrib, seperti biasa, tak lupa aku membuka dan membaca Al Quran (Al Quran terjemahan). Dan ternyata, di surat Ar Rahmaan terdapat begitu banyak nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Betapa aku tidak mengerti, Allah telah dengan jelas memaparkan beberapa nikmat-Nya; yaitu:
  (Rabb) Yang Maha Pemurah, (QS. 55:1)
  Yang telah mengajarkan Al-Qur'an. (QS. 55:2)
  Dia menciptakan manusia, (QS. 55:3)
  Mengajarnya pandai berbicara. (QS. 55:4)
  Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (QS. 55:5)
  Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (QS. 55:6)
  Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (QS. 55:7)
  Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (QS. 55:8)
  Dan tegakkanlah timbangan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS. 55:9)
  Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya), (QS. 55:10)
  di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (QS. 55:11)
  Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (QS. 55:12)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:13)
  Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (QS. 55:14)
  Dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. 55:15)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:16)
  Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya. (QS. 55:17)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:18)
  Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (QS. 55:19)
  antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (QS. 55:20)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:21)
  (Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (QS. 55:22)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:23)
  Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. (QS. 55:24)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:25)
  Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (QS. 55:26)
  Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (QS. 55:27)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:28)
  Semua yang ada di langit di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. 55:29)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:30)
  Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. (QS. 55:31)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:32)
  Hai jama'ah jin dan manusia,jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan". (QS. 55:33)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:34)
  Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya). (QS. 55:35)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:36)
  Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS. 55:37)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:38)
  Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (QS. 55:39)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:40)
  Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya,lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. (QS. 55:41)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:42)
  Inilah neraka jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. (QS. 55:43)
  Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendidih yang memuncak panasnya. (QS. 55:44)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:45)
  Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga. (QS. 55:46)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:47)
  kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (QS. 55:48)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:49)
  Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. (QS. 55:50)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:51)
  Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan. (QS. 55:52)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:53)
  Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra (QS. 55:54)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:55)
  Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (QS. 55:56)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:57)
  Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan (QS. 55:58)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:59)
  Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. 55:60)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:61)
  Dan selain dari surga itu ada dua surga lagi. (QS. 55:62)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:63)
  kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (QS. 55:64)
 Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:65)
  Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. (QS. 55:66)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:67)
  Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (QS. 55:68)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:69)
  Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (QS. 55:70)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:71)
  (Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:72)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:73)
  Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. 55:74)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:75)
  Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah. (QS. 55:76)
  Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:77)
  Maha Agung nama Rabbmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (QS. 55:78)
10.                     Nikmat Badaniah
(Seluruh organ penting seperti jantung, hati, empedu, pancreas juga kelima indra)
Seluruh organ yang menyusun tubuh kita merupakan nikmat yang Allah berikan yang tidak ternilai harganya. Kulit kita mampu melindungi daging, pembuluh darah yang kita punya. Hidung kita mampu membaui aroma yang kita hirup. Setiap darah yang mengalir dalam tubuh kita, tak ada yang sia-sia.
11.                     Nikmat Udara
Seperti yang sudah kita ketahui, udara sangat berperan penting di tubuh kita. Bagaimana kita bisa terus hidup tanpa bernafas? Lha untuk bernafas, apa yang kita butuhkan? Oksigen. Darimana? Udara. Untuk bernafas, kita membutuhkan 18 – 20% setiap harinya. Allah telah mengaturnya sedemikian rupa. Jika suhunya lebih tinggi, maka udara akan gerah dan panas dimana-dimana. Sebagai manusia dewasa yang normal, kita bernafas 20 kali dalam 1 menit. Satu kali bernafas, kita membutuhkan 2 liter udara untuk masuk ke rongga pernafasan kita. Berarti dalam 1 menit kita membutuhkan 40 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.600 liter udara, atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oksigen murni (100%) sebanyak 20% dari 57.600 liter udara adalah 11.520 liter oksigen murni seharinya. Berapa harganya? Saat ini umum dipasarkan satu tabung oksigen harganya Rp. 40.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oksigen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. 6.600 per liter.
Ini berarti seseorang manusia sehat  gratis telah menghabiskan gas oksigen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. 6.600 sama dengan Rp. 760.000,- kalau sebulan nilainya menjadi Rp. 22.800.000,-. Lalu, bayangkan jika kita harus membayar untuk setiap hirupan nafas kita. Berapa besar biaya yang harus kita keluarkan. Dan ternyata, Allah telah memperingatkan kita sebanyak 31 kali dengan firman-Nya “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.”
12.                     Nikmat Iman dan Islam
Mengapa kita sangat bersyukur? Karena nikmat iman dan nikmat Islam adalah nikmat Allah yang paling besar. Allah berfirman :"… Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagi kamu …" (QS 5 Al Ma-idah : 3)Kita bersyukur bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah. Allah telah menyempurnakan Islam bagi kita. Sedangkan Allah tidak menerima agama selain Islam.Allah berfirman :"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi" (QS 3 Ali Imran : 85) (melalui narasumber)
13.                     Nikmat Menahan Hawa Nafsu
Ketika kita melihat teman kita melakukan suatu kesalahan, sungguh nikmat rasanya ketika kita mampu menahan diri kita untuk tidak melakukan sesuatu yang salah walaupun seandainya kita sangat membutuhka hal tersebut. J
14.                     Nikmat Waktu
Allah menciptakan siang dan malam secara bergantian. Saat siang, kita bisa beraktivitas. Saat malam, kita bisa beristirahat. Fenomena siang dan malam ini membuat kita mampu memanage waktu kita. Untuk menuntut ilmu, beribadah dam istirahat.
15.                     Nikmat Tidur (Ngantuk)
Ketika kita lelah, kita bisa merasakan ngantuk dan kemudian tidur adalah nikmat yang luar biasa. Setelah seharian kita beraktivitas, akhirnya di malam hari kita bisa beristirahat dan memulihkan tenaga kita agar kita mampu beraktivitas dengan semangat di pagi harinya.
Sebenarnya, setiap yang saya rasakan adalah nikmat Allah SWT karena apa yang saya gunakan untuk merasakan adalah pemberian dari Allah SWT.

Menerangkan Hidup dengan Cahaya-Nya

Menerangkan Hidup dengan Cahaya-Nya

Manusia seringkali tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan mereka. Mereka tidak henti menyombongkan diri dengan apa yang mereka miliki. Kelebihan yang Allah SWT berikan berupa akal pikiran mereka gunakan untuk berpikir tentang hal yang merugikan. Merugi untuk dirinya sendiri juga orang lain. Kebanyakan dari mereka menyepelekan hal-hal kecil yang mereka lalui. Hal-hal kecil yang mereka rasakan. Banyak kajian yang sudah ditulis, disiarkan maupun dibukukan tentang kelalaian manusia yang telah diketahui sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Berikut firman Allah SWT : ''Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'' Mereka berkata: ''Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?''. Tuhan berfirman: ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui''(Al-Baqarah:30)
Berbagai wacana yang ditulis tentang hakikat manusia oleh pakar-pakar di bidang tersebut hanya mewakili definisi yang tidak secara riil kita lihat. Kita hanya diberi gambarannya saja. Pembahasan tentang manusia tidak akan ada habisnya. Dan akan sangat sulit untuk menyimpulkan tentang bagaimana sifat dan sikap manusia.
Dan saya harus mengakui bahwa saya adalah manusia. Lalu, apakah saya sebagai manusia juga seperti kebanyakan manusia yang lupa akan nikmat Tuhan nya?
Iya. Terkadang saya lupa kalau saya berasal dari bahan yang setiap orang bermata normal pernah melihatnya. Tanah. Hanya dari tanah saya diciptakan. Dari tanah yang atas kuasa Allah SWT bisa berbicara, mendengar dan melihat. Syukur Alhamdulillah saya terlahir dari keluarga yang sedikit banyak tahu tentang agama. Memfasilitasi saya dengan menyekolahkan saya selain di sekolah dasar negeri juga di madrasah maupun TPQ.
Seperti halnya manusia pada umumnya, saya mempunyai pengalaman yang membuat saya tak bisa melupakannya. Kenyataan yang harus kembali saya terima.
Saya takut gelap.
Pernah suatu kali saat saya belajar, listrik di daerah saya padam total. Bukan teriakan histeris yang keluar dari mulut saya. Saya terdiam dan mulai merasakan sakit di sekujur tubuh saya. Saya takut. Sejak saat itu (SD kelas 2) saya sangat menghargai cahaya.
Cahaya merupakan energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Definisi ini saya dapatkan dari Wikipedia.
setelah kejadian itu, saya membayangkan bagaimana hidup saya tanpa cahaya.
Apakah saya harus hidup dalam ketakutan yang gelap?
Karena tanpa cahaya mata kita tidak mapu mengenali benda-benda di alam semesta ini. Tanpa cahaya hidup kita akan ‘gelap’ mungkin hati kita juga akan ikut gelap. Mata kita dirancang untuk mengenali sebuah benda, benda tersebut harus memantulkan cahaya agar ditangkap oleh kornea, kemudian diteruskan ke lensa melalui pupil. Organ yang kita punya merupakan modal awal kita. Namun, modal tanpa sarana tidak akan berguna. Walaupun mata kita normal dan sehat, namun tak ada cahaya, maka kita tak mampu untnuk mengenali suatu benda.
Berangkat dari pemikiran sederhana tersebut, saya mulai menghargai hal-hal kecil yang membuat saya lebih hidup di kehidupan ini. Betapa Allah telah merancang begitu indahnya dalam setiap detail hidup kita. Allah telah menyediakan cahaya agar mata kita bisa melihat suatu benda. Melihat rangkaian huruf untuk  materi belajar kita.
Ketaqwaan yang timbul bukan hanya dari ucapan saja. Saya bersyukur atas cahaya dan hal lain yang Allah berikan pada saya. Dan karena ‘cahaya’ itulah, saya ada di sini. Di UNNES Pendidikan Fisika.
Ketertarikan saya pada perhitungan yang dikemukakan Boltzman maupun Huygens maupun Faraday, membuat saya menekuni bidang ilmu ini. Rasa syukur saya lakukan dengan merawat kesehatan mata saya. Membersihkan diri saya dari hawa nafsu setiap seminggu dua kali.
Dengan ditemani cahaya, saya menyucikan diri saya setiap malam untuk melakukan sholat qiyyamullail. Saya yakin, Allah SWT tidak akan memberikan ‘kegelapan’ untuk saya, selagi saya masih terus mencari ‘penerangan’ dari-Nya.

Kebesaran Allah


MATAHARI,BULAN, DAN BINTANG
(BUKTI KEBESARAN ALLAH)
Tak dapat dipungkuri lagi Matahari dan Bulan adalah benda angkasa yang maha dahsyat. Kedua benda yang merupakan ciptaan Allah yang tentu saja berguna bagi manusia. Karena tidak ada ciptaan Allah yang tidak berguna.
Matahari merupakan bola raksasa yang terbentuk dari gas hydrogen dan gas helium. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga sebagai sumber energi kita yang berkelanjutan hingga bumi hancur kelak. Panas matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim sedangkan cahayanya menerangi bumi serta dipakai tumbuhan untuk proses fotosintesis. Dimana proses fotosintesis itu akan menghasilkan oksigen untuk bernafas manusia di seluruh permukaan bumi. Tanpa matahari, tidak akan kehidupan di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung tanpa keberadaan cahaya matahari.
Dalam kehidupan sehari-hari pun kita sangat membutuhkan matahari. Walaupun matahari itu panas, tapi sesungguhnya panas itulah yang merupakan barokah bagi kita semua. Dengan panas tersebut kita bisa mengeringkan pakaian, semua tumbuhan bisa berfotosintesis dengan sempurna, para pengusaha krupuk, garam, tepung dan sebagainya bisa menjalankan usaha mereka dengan lancar. Bahkan dengan teknologi yang maju seperti sekarang ini, beberapa tempat telah menyediakan panel surya dan sudah dibangun beberapa pembangkit listrik tenaga suraya di dunia ini.  Jadi mengapa kita harus mengeluhkan panas matahari ? Sesungguhnya panas api neraka lebih panas berjuta-juta kali lipat dibanding dengan panas matahari yang kita rasakan saat ini. Oleh karena itu apabila takut dengan panas api neraka perkuatlah iman, perbanyaklah ibadah, dan perbaiki diri hingga menjadi insan yang dicintai oleh Allah.
Coba sesaat kita bayangkkan, apa yang akan terjadi apabila panas maatahari melampaui batas yang telah ditetapkan. Seluruh isi bumi ini akan hangus terbakar olehnya. Sebaliknya, apabila panas ini berkurang dari ketentuanNya, pasti akan membekulah bumi dan semua yang ada di dalamnyaa. Kalau itu yangterjadi, tentu kehidupan ini aan berakhir, sama sekali. Mungkin kita tidak bisa membayangakn betapa lezatnya rooti yang kita nikmati saat ini, atau seulas senyum yang kita berikan kepada orang lain.
Tak hanya matahari, Allah juga menciptakan benda angkasa yang sudah tak asing di mata kita yaitu bulan. Bulan merupakan benda langit yang mengorbit bumi dan satu-satunya yang merupakan satelit alami bumi. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya senndiri dan cahanya berasal dari panntulan cahaya matahari. Bulan merupakan sesuatu yang indah yang muncul di malam hari. Itulah bukti keagungan Allah. Tak mungkin bulan itu ada dengan sendirinya semua tata surya ini diatur oleh Allah. Dari mulai terbitnya matahari, terbenamnya matahri, munculnya bulan, tenggelamnya bulan, hingga muncul matahari kembali. Subhanallah Allah Maha Kuasa.
Lalu apa tujuan Allah menciptakan bulan ? Ketika Allah menciptakan malam dalam rangka membuat udara menjadi dingin serta menyediakan suasana tentram bagi segenap manusia dan hewan. Dia tidak menjadikan malam sepenuhnya gelap gulita tanpa cahaya sama sekali. Suasana gelap gulita akan membuat sebagian pekerjaan menjadi sulit. Sekalipun sebagian besar pekerjaan manusia dilakukan di siang hari, ada sebagaian orang , yang karena alas an udara atau karena lainnya, masih membutuhkan malam ketika harus melaksanakan aktifitas mereka semua..
Maka diciptakanlah malam-malam tertentu dengan cahaya rebulan. Hikmahnya, mungkin agar kita semua membatasi aktifitas kita di malam hari. Rembulan yang menerangi bumi tidak pada setiap malam menjaga agar ketenangan dan ketentraman malam senantiasa masih dapat terjaga, dan kita dapat memanfaatkan suasana ini untuk beristirahat.
Bintang-bintang pun dijadikan Allah penerang alam semsta ketika bulan tiada. Taburan bintang sekaligus diciptakan sebagai penghias langit agar manusia menjadi senang dan merenungkan kebesaranNya. Demikian sempurna proses ini sehingga keegelapan dating bergiliran dan berlangsung selama beberapa waktu sesuai dengan kebutuhan manusia. Seperti Bukti kebesaran Allah yang tertulis dalam  surat Al Furqan ayat 61.
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا


”Mahasuci  Allah yang telah menjadikan
di langit gugusan –gugusan bintang dan Dia menjadikan pula matahari dan
bulan yang bercahaya.”
            Allah menciptakan bintang tentu di dalamnya terkandung berbagai manfaat bagi kehidupan manusia dan alam semesta. Sebagian dari manfaat adalah bukti dan tanda yang menunjukkan waktu untuk bekerja, seperti bertani dan bertanam. Dengan tanda-tanda itu, manusia melakukan perjalanan di laut dan di darat akan pula memperoleh petunjuk. Kita pun dapat mengambil berbaga maslahat dari cahaya yang dipancarkan bintang tersebut. Bintang-bintang ini bisa menjadi pemandu arah Ka’bah, mendeteksi waktu di malam hari dan menjadi kompas arah padang pasir dan samudra luas.
            Ciptaan Allah di semsta ini mmemang tiada yang sia-sia. Semuanya berdasarkan desain dan akurasi yang sempurna. Di dalam Alquran Allah melukiskan betapa Matahari, bulan, dan bintang demikian sempurnanya diciptakan olehAlllah demi kebahagiaaan umatya di muka bumi. Subhanallah.. Maha Besar ALLAH
           

BERSYUKUR


Allah SWT tidak pernah terlambat dalam memberikan kebutuhan atau nikmat yang diperlukan oleh manusia dalam setiap detik, akan tetapi manusia kebanyakan tidak merasa bahwa telah menerima pemberian dalam setiap detik dari Allah. Kebanyakan mansia hanya tahu bahwa pemberian Allah kepada manusia hanya kadang-kadang saja, misalnya ketika manusia mendapatkan pekerjaan yang sedang dia inginkan, mendapat hadiah kejutan berupa uang, mendapatkan usahanya laris secara mendadak, dan hal-hal lain yang dianggap kadang-kadang saja dan biasa saja.
Biasanya contoh-contoh seperti diatas itu saja yang dianggap sebagai nikmat yang paling mudah diingat dan diketahui oleh manusia, sehingga mereka mengatakan telah mendapatkan nikmat atau pemberian dari Allah. Padahal, nikmat-nikmat di atas itu hanyalah sebagian kecil dari nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Sesungguhnya, nikmat Allah yang lain jauh lebih besar dari semua itu dan telah diberikan oleh Allah kepada kita dalam setiap detik atau setiap saat. Tetapi lagi-lagi manusia sering meremehkan pemberian Allah lainnya yang tidak terlihat, padahal banyak sekali pemberian Allah yang tidak terlihat namun lebih mahal harganya dan sangat kita butuhkan
Sekarang marilah kita hitung beberapa nikmat atau pemberian Allah dalam kehidupan manusia sehari-hari dalam setiap detik yang jarang terlihat oleh manusia dan sering abaikan oleh kebanyakan manusia. Dan nikmat ini adalah nikmat yang saya rasakan selama 24 jam  mengalami kehidupan.
1.    Kesudian
Allah sudi menciptakan kita. Bagaimana jika Allah tidak sudi menciptakan kita maka kita tidak akan bisa ada disini. Ini adalah nikamt Allah nomor satu yang harus kita akui, karena tanpa nikmat ini, maka nikmat Allah lainnya tidak akan bisa kita terima jik kita tidak ada atau tidak dibuat oleh Allah. Sehingga kita tidak boleh mengabaikan nikmat ini.

2.    Detak Jantung
Allah tidak pernah lupa memberikan nikmatNya kepada jantung kita agar terus berdetak dalam setiap detik, tetapi kita sebagai manusia sering lupa atas pemberian ini. Kita harus percaya bahwa tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang mampu menghidupkan detak jantung kita kecuali Allah. Bagaimana jika Allah lupa dalam satu detik saja dalam memberikan detak jantung kepada kita ?  Maka kita semua tahu jawabannya, harta kekyaan serta jabatan kita dan seluruh aset dunia dan lainnya tidak aka nada gunanya., karena kita akan segera dikubur. Ini bukti tentang nikmat Allah atas detak jantung manusia yang tidak bisa dibantah oleh dokter dari negara manapun.

3.    Udara Gratis
Allah memberikan udara yang kita hisap ini secara gratis, tetapi manusia seringkali tidak melihat nikmat ini. Bagaimana jika Allah memungut biaya? Berapa uang yang harus kita siapkan? Kita semua tahu, pernafasan buatan yang dilakukan dirumah sakit dikenakan biaya yang tidak murah alias mahal, dan itupun rasanya tidak sesegar udara gratis ini. Coba anda jangan bernafas selama satu menit saja, maka anda akan tahu bahwa ternyata udara harganya mahal seperti saat di rumah sakit menggunakn tabung oksigen.
4.    Alat pernafasan otomatis
      Allah memasang alat pernafasan otomatis pada tubuh kita agar kita tidak lupa untuk bernafas, tapi manusia kebanyakan tidak melihat nikmat ini. Bagaimana jika Allah tidak memasang alat pernafasan otomatis ini? Bisa-bisa banyak manusia yang ditemukan pingsan dimana-mana, karena lupa bernafas. Apalagi jika kita sedang tidur, siapa yang akan kita suruh memberi nafas kita jika Allah tidak memasang alat pernafasan otomatis yang maha canggih ini
5.    Menidurkan manusia
Manusia tiap hari butuh tidur dalam 24 jam. Bagaimana jika Allah tidak mau menidurkan kita? Apakah anda mampu melek terus? Mungkin paling lama tiga hari kita akan dibawa rumah sakit dengan alasan terkena Insomnia tingkat berat jika Allah tidak mau menidurkan kita. Coba saja anda membuat percobaan melek terus selama tiga hari saja kalau bisa dan bagaimana rasanya. Allah sendiri tidak pernah tidur karena mengayomi kita secara terus menerus, tetapi manusia seringkali terlalu banyak tidur sampai-sampai lupa kewajibannya terhadap Allah.

6.    Membangunkan Manusia
     Allah membangunkan kita dari tidur. Bagaimana jika Allah tidak mau membangunkan kita dari tidur? Bisa-bisa kita akan segera dimandikan oleh tetangga dan kemudian dimasukkan kedalam lubang di dalam tanah, lantas di urug dan diberi batu nisan. Lagi-lagi  nikmat-nikmat Allah seperti ini sering dilupakan oleh manusia.
7.    Membangunkan Manusia
          Allah memasang dua buah mata pada manusia. Bagaimana jika Allah mengambil mata yang sedang kita gunakan ini? Subhanallah. Mata adalah nikmat Allah yang sangat mahal, akan tetapi sering dilupakan oleh manusia. Dalam suatu riwayat, ibadah yang tekun selama tujuh puluh tahun yang dilakukan oleh seorang Waliyullah tidak cukup untuk membayar nikmatnya satu biji mata.
8.    Teman kos dan teman kuliah
Teman kos adalah teman yang selalu tahu keadaan saya saat di kos pada saat saya sedih senang maupun susah dan teman kuliah adalah temann yang selalu bersama ssaya di saat saya kuliah. Teman adalah seseorang yang pastinya selalu mengerti dengan keadaaan saya, keberadaan mereka sangat berarti bagi saya karena adanya mereka rasa sepi ini hilang seketika
9.    Adanya siang dan malam
Apa yang akan tterjadi bila 24 jam penuh kita hanya menjalani siang hari. Tentu kita akan merasan panas yang luar biasa, tidak ada waktu yang tepat untuk beristirahat secara maksimal. Dan apa yang akan terjadi bila malam terus tanpa siang? Tentu aktivitas yang dilakukan di malam hari tidak akan semaksimmal siang hari.
10.           Adanya pergantian bulan dan matahari
Allah memang Maha Pengatur Segala, di saat kita merasakan panasnya matahari kita akan berharap matahari itu segera terbenam karena cuaca yang panas, dan subhanallah di malam hari Allah menggantinya dengan bulan yang indah dan enak diandang oleh mata.

11.           Indra penciuman
             Allah memasang indra penciuman pada manusia agar mengenal berbagai macam bau, tetapi ini sering dilupakan oleh manusia. Indra penciuman ini melindungi manusia dari aneka macam bahaya, misalnya gas beracun, bau tanda-tanda kebakaran dan sebagainya. Bagaimana jika Allah tidak memasang indra penciuman pada tubuh manusia? Manusia tidak akan bisa membedakan tempat yang kotor dan tempat yang bersih, manusia tidak bisa membedakan bau makanan yang baik dan bau makanan yang basi.
12.           Indra Perasa di Lidah
Allah memasang indra perasa di lidah manusia agar manusia bisa menikmati lezatnya sarapan pagi, makaan siang, dan makan  malam, tapi ini sering dilupakan oleh manusia. Bagaimana jika semua makanan terasa pahit? Bagaimana jika semua makanan terasa asam? Bagaimana jika semua makanan tidak memiliki rasa? Bisa-bisa banyak manusia yang terkena penyakit busung lapar karena mereka tidak doyan makan, sebab tidak bisa membedakan rasanya bubur ayam dengan rasanya bubur katul, karena rasanya sama.
13.           Kesehatan
Kesehatan adalah harta dunia yang paling mahal yang diberikan oleh Allah, tetapi manusia sering melupakannya. Uang segudang, rumah mewah, mobil bagus, tetapi tidak boleh makan sate karena takut darah tingginya kumat. Tidak boleh minum susu karena takut kadar gulanya naik. Makan direstoran tidak terasa enak karena badan tidak sehat. Orang yang sehat makanan apapun akan terasa enak, orang yang tidak sehat makanan apapun akan terasa seperti racun. Orang yang tidak sehat atau sedang sakit akan sanggup membayar berapapun biayanya agar bisa sembuh dan sehat seperti semula. Jika sudah begini, biasanya manusia akan sadar bahwa kesehatan  adalah harta yang paling berharga


Semua ini adalah sebagian saja dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terlihat dan telah diberikan kepada manusia dalam kehidupan sehari-hari yang sering dilupakan oleh manusia, dan kebanyakan manusia mengingat nikmat Allah hanya dengan hitungan jari saja. Padahal, nikmat Allah yang diberikan kepada manusia dalam setiap harinya tidak akan cukup untuk ditulis dengan bilangan yang diketahui oleh manusia, melainkan hanya mampu dicatat dengan bilangan yang diketahui oleh Allah, karena saking banyaknya
.